maulida uchiha
Kamis, 03 Mei 2012
A Mysterious Boy part 7 (last part)
Cerita Sebelumnya :
Kepergian bisma entah kemana membuat hari-hariku murung. Hari ini pun aku pulang sekolah dengan berjalan tampak lesu. Sesampainya dirumah aku melihat sesosok perempuan , sebaya dengan ibuku , siapa dia ?
Aku bergegas masuk ke rumah dan memberi salam pada perempuan tersebut dan ibuku.
“assalamu’alaikum” salamku
“wa’alaikumsalam” jawab ibu dan perempuan tersebut
“ternyata benar yaa yang diceritakan bisma , arra cantik” ucap perempuan tersebut menyebut nama bisma yang membuatku kaget.
“bisma ?” aku mngernyit heran
“oia kamu belum kenal yaa sayang , init ante ati ibunya bisma” jelas ibuku. Perempuan itu ternyata ibunya bisma , tapi ngapain dia kesini dan dari mana dia tau rumahku ?
“tante mau menyampaikan pesan dari bisma , harusnya pesan init ante sampaikan minggu lalu , tapi kemarin-kemarin tante harus ke luar kota jadi tante bisa menyampaikannya sekarang , maaf yaa” ucap tante ati menyesal
“pesan ? iya ga papa tan” ucapku
“ini , bisma menitipkan surat ini untuk kamu” jelasnya
“surat ? memangnya bisma kemana tan ?” tanyaku heran
“bisma ditugaskan dari sekolah untuk jadi murid pertukaran di Jepang tapi setelah kelulusan dia pulang kok” jelasnya. Aku sedih mendengarnya kenapa bisma tidak bilang langsung padaku. Aku bergegas ke kamar dan langsung membaca surat dari bisma.
To : Tiarra Anisa
Asalamu’alaikum wr.wb
Hai ra ! lo kehilangan gue ga ? haha kalau lo udah terima surat ini berarti gue udah berangkat ke Jepang. Sorry gue ga pamit langsung sama lo , kalau gue pamit pasti nanti gue ga mau pergi , gue ga mau ninggalin lo ! oia gue mau jelasin semuanya ke lo. Waktu itu lo pernah tanyakan dari mana gue tau semua tentang lo ? nah sekarang gue mau jelasin semuanya. Lo inget ga waktu kelas satu ? waktu lo ikutan lomba nulis cerpen ? nah gue ada disana. Pandangan gue langsung tertuju ke lo , murid SMA NEGERI 3 KARANG TARUNA. Gue pikir lo ga bakal menang , ga mungkin sekolah lo punya murid kreatif dan lagi pesaingnya kelas kakap. Tapi gue salah ternyata lo bisa menang dengan usaha lo , walaupun ga dapat juara 1. Gue masih belum yakin , gue anggap itu keberuntungan lo. Akhirnya gue coba baca cerpen lo dan lo tau ? cerpen lo bisa ngerubah pikiran gue , gue terpaku saat gue baca cerpen lo. Cerpen tentang seorang gadis yang selalu salah dimata orang tuanya , gadis yang ingin membuktikan kalau dia bisa ! gue tertarik sama lo dan gue nyelidikin tentang lo , gue cari tau semua tentang lo dan semua itu bikin gue sadar dan gue jatuh cinta sama lo. Lo tau ga sebelum gue ketemu lo gue hanyalah anak yang selalu salah dimata siapa pun , bahkan dimata orang tua gue. Gue selalu dianggap angin oleh mereka. Tapi berkat lo gue bisa seperti sekarang dan bisa ngebuktiin ke semua orang kalau gue bisa ! makasih arra J oia nanti setelah kelulusan gue pulang. Gue harap saat itu lo udah yakin dan mau nemuin gue di danau dekat komplek rumah lo jam 7.
Tak terasa air mataku menetes setelah membaca surat dari bisma tersebut.
*2 TAHUN KEMUDIAN*
Dua tahun telah berlalu , dan hari ini hari yang aku tunggu. Selain hari ini hari kelulusanku, hari ini juga hari kepulangan bisma yeee ! Rasanya campur aduk , senang dan cemas. Setelah selesai pembagian kelulusan dan hasilnya sangat memuaskan , aku LULUS dengan nilai yang baik bahkan sangat baik aku langsung pulang dan merebahkan tubuhku di kasur , hari yang sangat melelahkan. Jam dinding di kamarku menujukkan pukul 06.45 aku bergegas menuju danau seperti yang diperintahkan bisma , aku tidak mau terlambat. Aku duduk di kursi dekat danau aku menunggu bisma. 1 jam berlalu tapi bisma masih belum juga datang. Aku mulai khawatir, hujan pun mulai turun membasahi tubhku , aku masih menunggu bisma dengan basah kuyup. Setelah agak lama aku memutuskan untuk pulang karna hari sudah semakin larut , aku berjalan pulang dengan tertunduk lesu. Langkahku terhenti , aku melihat kaki seseorang didepan kakiku dan hujan tidak lagi membasahiku , aneh ! tapi suara gemerciknya masih ku dengar. Aku mendongak , kulihat seseorang memayungiku , bisma ! iya itu bisma ! bisma menghapus air mataku yang sekarang sudah bercampur dengan air hujan.
“sorry gue telat L” ucapnya menyesal
“gue kira lo ga bakal kesini karna hujan jadi gue kerumah lo aja” tambahnya
“gue kira lo ga bakal datang” ucapku dengan sedikit menangis dan tertunduk. Bisma memegang pundakku dan mengarahkan pandanganku ke arahnya , sekarang kami saling bertatapan.
“ga mungkin gue pasti datang , oia sekarang gimana ? apa lo udah bisa terima gue ?” tanyanya cemas. Aku mengangguk dan langsung memeluknya.
*SELESAI*
A Mysterious Boy part 6
Cerita Sebelumnya :
Setelah seharian penuh kami bersenang-senang , sekarang jam mungil ditanganku menunjukkan pukul 04.30 sore. Terakhir bisma mengajakku ke danau dekat komplek rumahku.
“matahari sore tuh indah ya” aku meregangkan tanganku dan menikmati udara sore didanau tersebut , memang sejuk dan sangat indah.
“raa , kemaren lo kesekolahan gue ya ?” tanya bisma tiba-tiba
“eh..emm.. iya , tapi..tapi.. gue Cuma mau mastiin aja kok lo tuh ga ngaku-ngaku sekolah di Putra Bangsa” jawabku gelagapan
“lo masih ragu sama gue ?” ucap bisma sedih
“yaa sedikit” jawabku sehati-hati mungkin
“huft.. sekarang ketahuan deh siapa gue sebenenya ?” ucapnya
“maksudnya ? ketauan kalau lo perfect ? bukannya itu bagus yaa buat lo jadi bisa banggain diri lo?” tanyaku
“buat gue engga” jawabnya menggantung
“hah engga ? kok gitu ? eh iya bis gue mau tanya sama lo , lo tau semua tentang gue dari mana siih ?” tanyaku serius
“engga aja , hahahaha.. nanti lo juga bakal tau sendiri” jawabnya yang untuk kesekian kian kian kian kalinya membuatku galau tingkat pohon kelapa. Bisma sama ibuku kompak banget , di tanya serius jawabannya sama , MENGGANTUNG !
“ra coba deh lo tutup mata lo ?” ucap bisma.
“mau ngapain lo ?” tanyaku
“udah cepet” suruhnya. Aku pun menutup mataku.
“apa yang lo rasain ?” tanyanya
“gelap” jawabku singkat
“selain itu” tanyanya kembali
“kosong” tambahku
“itu yang sekarang gue rasain saat lo masih ragu sama gue” ucapnya. Aku terpaku mendengar ucapannya. Diam hanya itu yang bisa kulakukan.
“oia ra kalau misalkan gue pergi tapi gue janji bakal balik lagi lo mau nungguin gue kan ?” tanya bisma aneh
“lo kenapa sih dari tadi aneh banget” ucapku. Bisma tak menjawab dan langsung memelukku. Aku merasakan perasaan yang aneh. Nyaman sangat nyaman. Kami pun bergegas pulang karna hari sudah sore. Bisma masih belum menjelaskan perkataannya tadi.
***
Hari aku sangat bersemangat sekali untuk sekolah , aku juga tidak tau kenapa. Mungkin karna bisma , haha. Tapi aneh hari ini tumben banget dia tidak ada didepan komplek untuk mengantarku sekolah padahal kan ini masih pagi. Ahh , mungkin bisma sibuk ! aku terpaksa berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Sesampainya disekolah aku langsung menghampiri kiran.
“tumben lo ga dianter bisma” tanya kiran
“haha , emang bisma supir gue kudu musti nganterin gue tiap hari ?” ucapku
“tapi kan dia cowo lo” ucap kiran polos
“ish apa sih lo ? gue tuh belum nerima dia” ucapku
“serius ? cepetan terima entar keburu bosen dia nungguin lo , inget loh bisma itu cowo impian para cewe disekolhnya” jelas kiran. Aku berfikir sejenak , benar juga apa yang kiran katakan.
“udah yu ah masuk” ucapku mengelak dan mengajak kiran masuk kelas.
***
Sudah seminggu ini bisma menghilang dari keghidupanku , ga ada lagi bisma yang selalu penuh kejutan , ga ada lagi bisma yang selalu membuatku jengkel , ga ada lagi bisma si mysterious boy.
“bisma lo kemana siih ? sumpah y ague baru sadar ternyata kalau ga ada lo tuh hidup gue kosong dan gelap kayak waktu itu waktu lo nyuruh gue tutup mata , apa lo udah ga mau lagi nunggu gue ? apa lo udah bosen nunggu gue yakin sama lo ? kenapa lo datang ke kehidupan gue kalau gini akhirnya ?” gumamku dalam hati.
Kepergian bisma entah kemana membuat hari-hariku murung. Hari ini pun aku pulang sekolah dengan berjalan tampak lesu. Sesampainya dirumah aku melihat sesosok perempuan , sebaya dengan ibuku , siapa dia ?
***BERSAMBUNG***
A Mysterious Boy part 5
Cerita Sebelumnya :
kami bertiga menghampiri sekumpulan siswi yang sedang asik mengobrol. kami menanyakan tentang bisma, dan kami mendapatkan jawaban yang membuat kami terpaku.
“hhahhahaha , ya tau dong , siapa sih yang ga tau ka bisma disini ?” jawab salah satu dari mereka
“ma..maksudnya apa ya ?” tanyaku yang benar benar tidak mengerti dengan penjelasan mereka
“ka bisma itu adalah ketua dari semua ketua disekolah ini” jelas siswi lain. Aku , reza dan kiran dibuat mematung oleh penjelasan mereka. Bagaimana tidak ? Bisma yang selama ini tiba-tiba datang dalam kehidupanku adalah sosok yang penuh dengan kejutan dan selalu membuatku jengkel , sosok yang misterius bagiku dan bukan bisma dengan sosok yang mereka maksud.
Kami bertiga pun bergegas pulang. Diperjalanan aku hanya diam , aku masih memikirkan perihal bisma tadi. Sesampainya dirumah aku langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhku dikasurku yang sangat nyaman. BISMA nama itu masih terpampang jelas difikiranku sampai tak sadar aku terlelap tidur.
***
Hari ini hari minggu , aku masih terlelap dalam tidurku. Setelah melaksanakan kewajiban sholat shubuh aku tidur kembali , haha memang aku termasuk orang yang malas kalau libur sekolah. Aku terbangun tapi tidak sadar sepenuhnya. Kulihat bayangan seseorang di dekat tempat tidurku. Mungkin itu ibuku tapi perawakannya terasa berbeda. Seperti perawakan cowok. Dia tersenyum padaku , dia mencoba membangunkanku tapi aku masih belum bangun sepenuhnya dari tidurku.
“hey” ucapnya halus
Aku mengkerjap-kerjapkan mataku.
“mah kok suara ma2h kayak cowo siih” ucapku masih setengah sadar
“ARRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHH , MAH MAMAAAAAAAAAAAAAAAH” teriakku setelah sepenuhnya bangun dari tidurku. Ku lihat bisma iya bisma ! dia tersenyum polos padaku. Bagaimana bisa dia masuk kamarku ? ini pasti kerjaan mamah.
“ada apa sayang ?” tanya ibuku yang datang dari arah pintu kamar lengkap dengan penggorengan ditangannya.
“mamah apaan sih masukin cowo ke kamar arra ?” gerutuku
“yaa abis kamu ga bangun-bangun siih , jadi mamah suruh bisma kesini buat bangunin kamu dan ternyata berhasil , udah yaa mamah lagi masak tuh nanti gosong lagi” jelas ibuku enteng kemudian berlalu
“apa lo ?” ucapku sewot pada bisma
“lo tadi ngigo tentang gue looh , haha” ujarnya
“hah ? ngi..ngigo ? tentang lo ?” tanyaku
“iya , lo bilang bisma gue suka sama lo , lo ngigo gitu” jelasnya
“ga mungkin ! heh lo dari kapan disini ?” aku menyipitkan mataku
“udah sejaman mungkin” ucapnya polos
“Hah sejam ? berarti tadi dia liat cara tidur gue ? ya ampun tengsin banget sumpah ! tadi gue ga mangap kan ? haduh please deh mau taro dimana nih muka?” gerutuku dalam hati
“kenapa lo ? cepet mandi , gue mau ajak lo jalan” ajak bisma kemudian berlalu. Aku bergegas mandi dan bersiap-siap. Setelah siap bisma mengajakku ke semua tempat yang selama ini aku ingin kunjungi. Aku pun bingung dari mana bisma tau semua tempat tersebut. Memang yaa paling bisa bisma membuatku galau. Setelah seharian penuh kami bersenang-senang , sekarang jam mungil ditanganku menunjukkan pukul 04.30 sore. Terakhir bisma mengajakku ke danau dekat komplek rumahku.
***BERSAMBUNG***
A Mysterious Boy part 4
Cerita Sebelumnya :
"hah bisma ?" jelas saja aku kaget dan langsung menengok ke belakang. bisma hanya cengengesan dengan wajah tanpa dosanya itu. aku langsung memelototi bisma. bisma hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. oia aku baru sadar mamah kok bisa kenal dengan bisma ? pertanyaan itu langsung saja muncul di otakku.
Aku dan bisma langsung saja memasuki rumahku.
"bisma ikut makan siang di sini yaa !" ajak ibuku
"hah ? mamah apaan sih , engga ! lo pulang aja sana !" ucapku kesal
"arra ga boleh gitu ! udah sana kamu ganti baju nanti langsung ke ruang makan , nah bisma ikut tante ke ruang makan kebetulan makanannya sudah siap" ucap ibuku. bisma yang merasa dibela oleh ibuku langsung meledekku.
"wleee :p dadaaaah" ledeknya. aku yang kesal tak memperdulikannya dan langsung pergi ke kamar untuk ganti baju.
selesai ganti baju aku bergegas menuju ruang makan. disana cuma ada bisma. aku duduk di depan bisma.
"mamah mana bis ?" tanyaku pada bisma
"lagi ngambil sayur di dapur" jawab bisma. hening ! aku dan bisma diam sejenak sampai aku teringat sesuatu yang aku harus tanyakan padanya.
"heh lo tadi apa-apaan ?" ucapku yang membuat bisma bingung
"maksud lo apa ?" tanyanya bingung
"lo tadi pagi ngaku ke tukang ojek kalau gue tuh paca lo kan ? maksud lo apa ?" aku menyipitkan mataku
"hhahaha matanya teh biasa aja neng ! ooohh soal itu, emang lo pacar gue kan ?" jawab bisma santai
"enak aja , emang kita pernah jadian ? kapan lo nembak gue ?" ucapku polos
"ooh jadi lo mau gue tembak , yaudah arra lo mau kan jadi cewek gue" ucap bisma enteng. aku hanya diam terpaku dengan perkataannya. bagaimana tidak bisma segampang itukah menyatakan perasaannya padaku. orang yang baru ku kenal langsung menyatakan cintanya padaku ?
"emang gitu yaa tabiat cowo ? baru kenal kemarin langsung nembak" ucapku setelah lama diam
"siapa bilang gue baru kenal lo ?" ucap bisma yang untuk kesekian kalinya membuatku bingung. belum sempat aku menanyakan maksudnya itu ibuku datang dengan membawa sayur yang tadi dia ambi di dapur. kami makan bersama.
bisma sudah pulang ke rumahnya. aku mencoba menanyakan perihal bisma pada ibuku.
"mah ma2h kok bisa percaya gitu aja sih sama si bisma ? arra aja baru kenal kemarin" tanyaku
"bisma itu baik sayang" jawab ibuku singkat
"dari mana ma2h tau kalau dia baik ? ma2h kan belum kenal dia" tanyaku
"ma2h udah kenal bisma arraa" jawab ibuku kembali singkat
"kenal gimana ? atau jangan jangan mamah mau ngejodohin arra sama bisma yaa ?" tanyaku
"hahahaha , gimana bisa ? mamah baru kenal keluarganya aja dua hari yang lalu" jawab ibuju
"terus dari kenapa mamah bisa percaya gitu aja sama bisma dan dari mana bisma bisa kenal arra ?" tanyaku
"kalau itu biar bisma saja yang menjelaskannya , udah sana tidur" ucap ibuku kemudian berlalu. bercuma saja aku menanyakan perihal bisma kepada ibuku , yang ada aku malah tambah bingung.
***
Seminggu sudah aku mengenal bisma tetapi sosok siapa dia sebenarnya masih belum aku ketahui. aku , reza , dan kiran memutuskan untuk mencari tau soal bisma ke sekolahnya.
"waaah aje gilee ini sekolahan apa hotel ?" ucap reza terkagum-kagum
"ih malu-maluin deh punya pacar kayak lo beib" ucap kiran
"tapi sayang kan beib ?" ucap reza menjijikan
"pasti beib" jawab kiran tak kalah menjijikan menurutku
"kacang kacang , mba mas mau kacang ? mulai deh gue jadi tukang kacang" sindirku
"hehe maaf deh ra" ucap kiran dan reza
"iya iya udah yu kita kan mau cari yau tentang bisma , ayo ke sana kita tanya sama mereka" ajakku. kami bertiga menghampiri sekumpulan siswi yang sedang asik mengobrol. kami menanyakan tentang bisma, dan kami mendapatkan jawaban yang membuat kami terpaku.
***BERSAMBUNG***
Sabtu, 14 April 2012
A Mysterious Boy part 3
Cerita Sebelumnya :
Dia hendak menghampiriku dengan motornya namun dengan pelan dan berhenti di sampingku.
"cepet naik" ajaknya masih dengan helm yang terpasang di kepalanya
"naik ?" tanyaku bingung.
"lo siapa ?" tambahku. dia membuka helmnya.
"neng yang namanya arra kan ?" ucapnya
"iya , siapa yaa ?" tanyaku heran
"saya tukang ojek neng" jawabnya yang ternyata adalah tukang ojek #GUBRAKK :p
"ojek ?" tanyaku semakin bingung
"iya neng , tadi saya dadah dadah gitu ke neng eh nengnya malah diem aja , saya tadi di suruh pacar neng buat nganterin neng k sekolah" jelasnya
"pacar ?" tanyaku yang semakin dibuat bingung
"iya , pacar neng ! yaudah cepet naik nanti terlambat loh , nanti saya kasih tau di jalan aja" usulnya
aku lantas naik ke motor tukang ojek itu. di jalan dia menjelaskan siapa yang dia maksud pacar itu.
"tadi itu pacar neng nungguin neng dari pagi , katanya sih dia mau jemput pacarnya. namanya arra , nah nama neng arra kan ? tapi neng nya ga nongol nongol. awalnya sih dia mau nungguin neng sampe nongol tapi abis nerima telpon dia langsung pergi gitu aja. abang tanya mau kemana dia jawab mau ke sekolah bang ! nanti kalau ada cewek yang namanya arra abang tolong anterin dia ke sekolahnya ya ! ini ongkosnya ! soalnya saya di suruh buru-buru ke sekolah lagian saya juga sudah telat nih. makasih sebelumnya bang. terus dia langsung pergi gitu aja." jelas tukang ojek itu panjang lebar. aku hanya diam berfikir siapa orang yang mengaku jadi pacarku itu.
"neng udah sampe !" ucap tukang ojek membuyarkan lamunanku
"eh em iya bang makasih , oia bang nama orang yang ngaku pacar saya itu siapa ya ?" tanyaku penasaran
"bis..bis apa gitu ? oia bisma kalau ga salah mah neng ! yaudah masuk sana gerbangnya udah mau ditutup" jawab tukang ojek itu kemudian berlalu. aku berjalan masuk ke sekolah dengan perasaan campur aduk. senang , iya ! karna aku tidak jadi dihukum karena kesiangan. bingung apalagi , siapa yang tidak bingung ? orang yang menyelematkanku dari hukuman kesiangan adalah orang asing yang baru ku kenal kemarin. lebih parahnya dia ngaku jadi pacarku.
"BISMA !! argghhhhhhhhhhhhh lo itu siapa sih ?" teriakku tak sadar membuat teman-temanku heran. yaap ternyata aku sudah sampai di depan kelasku. aku langsung bergegas ke tempat dudukku karena malu.
***
Waktunya pulaaang !! itulah kata yang tepat untuk dikatakan sekarang karena jam pelajaran telah usai. aku dan kiran asik mengobrol sambil berjalan menuju gerbang sekolah. kami mengobrol soal kejadian tadi waktu aku tiba-tiba berteriak tanpa sebab. memang tadi aku sempat menceritakan soal bisma kepada kiran. dari mulai kemarin bisma yang tiba-tiba datang sampai kejadian saat aku berangkat sekolah. aku dan kiran sampai di gerbang sekolah. tiba-tiba seseorang menghampiri kami.
"hai arra" salam orang itu. orang itu ternyata bisma. seperti kemarin dia datang tiba-tiba. kebiasaan banget !
"siapa ra ?" tanya kiran
"ini bisma" ucapku ketus. kiran dan bisma berkenalan satu sama lain. bisma bahkan tau kalau kiran mempunyai pacar namanya reza. anehnya kiran tidak mengenal bisma. benar benar misterius si bisma ini.
"lo pulang bareng gue ya !" ajak bisma seenaknya.
"iya ra lo bareng dia aja. lagian dia kayaknya baik deh" ucap kiran pelan. karena dipaksa kiran aku terpaksa mau di antar bisma.
@RUMAH :
Akhirnya sampai juga di depan rumahku. aku langsung turun tanpa berpamitan dulu pada bisma. ternyata bisma mengikutiku sampai ke depan pintu rumahku. aku masih belum sadar bisma mengikutiku.
"assalamu'alaiku" aku menggedor pintu rumah.
"wa'alakumsalam" ibuku membuka pintu.
"eh ada bisma. kamu pulan di antar bisma sayang ?" ucap ibuku.
"hah bisma ?" jelas saja aku kaget dan langsung menengok ke belakang. bisma hanya cengengesan dengan wajah tanpa dosanya itu. aku langsung memelototi bisma. bisma hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. oia aku baru sadar mamah kok bisa kenal dengan bisma ? pertanyaan itu langsung saja muncul di otakku.
***BERSAMBUNG***
Dia hendak menghampiriku dengan motornya namun dengan pelan dan berhenti di sampingku.
"cepet naik" ajaknya masih dengan helm yang terpasang di kepalanya
"naik ?" tanyaku bingung.
"lo siapa ?" tambahku. dia membuka helmnya.
"neng yang namanya arra kan ?" ucapnya
"iya , siapa yaa ?" tanyaku heran
"saya tukang ojek neng" jawabnya yang ternyata adalah tukang ojek #GUBRAKK :p
"ojek ?" tanyaku semakin bingung
"iya neng , tadi saya dadah dadah gitu ke neng eh nengnya malah diem aja , saya tadi di suruh pacar neng buat nganterin neng k sekolah" jelasnya
"pacar ?" tanyaku yang semakin dibuat bingung
"iya , pacar neng ! yaudah cepet naik nanti terlambat loh , nanti saya kasih tau di jalan aja" usulnya
aku lantas naik ke motor tukang ojek itu. di jalan dia menjelaskan siapa yang dia maksud pacar itu.
"tadi itu pacar neng nungguin neng dari pagi , katanya sih dia mau jemput pacarnya. namanya arra , nah nama neng arra kan ? tapi neng nya ga nongol nongol. awalnya sih dia mau nungguin neng sampe nongol tapi abis nerima telpon dia langsung pergi gitu aja. abang tanya mau kemana dia jawab mau ke sekolah bang ! nanti kalau ada cewek yang namanya arra abang tolong anterin dia ke sekolahnya ya ! ini ongkosnya ! soalnya saya di suruh buru-buru ke sekolah lagian saya juga sudah telat nih. makasih sebelumnya bang. terus dia langsung pergi gitu aja." jelas tukang ojek itu panjang lebar. aku hanya diam berfikir siapa orang yang mengaku jadi pacarku itu.
"neng udah sampe !" ucap tukang ojek membuyarkan lamunanku
"eh em iya bang makasih , oia bang nama orang yang ngaku pacar saya itu siapa ya ?" tanyaku penasaran
"bis..bis apa gitu ? oia bisma kalau ga salah mah neng ! yaudah masuk sana gerbangnya udah mau ditutup" jawab tukang ojek itu kemudian berlalu. aku berjalan masuk ke sekolah dengan perasaan campur aduk. senang , iya ! karna aku tidak jadi dihukum karena kesiangan. bingung apalagi , siapa yang tidak bingung ? orang yang menyelematkanku dari hukuman kesiangan adalah orang asing yang baru ku kenal kemarin. lebih parahnya dia ngaku jadi pacarku.
"BISMA !! argghhhhhhhhhhhhh lo itu siapa sih ?" teriakku tak sadar membuat teman-temanku heran. yaap ternyata aku sudah sampai di depan kelasku. aku langsung bergegas ke tempat dudukku karena malu.
***
Waktunya pulaaang !! itulah kata yang tepat untuk dikatakan sekarang karena jam pelajaran telah usai. aku dan kiran asik mengobrol sambil berjalan menuju gerbang sekolah. kami mengobrol soal kejadian tadi waktu aku tiba-tiba berteriak tanpa sebab. memang tadi aku sempat menceritakan soal bisma kepada kiran. dari mulai kemarin bisma yang tiba-tiba datang sampai kejadian saat aku berangkat sekolah. aku dan kiran sampai di gerbang sekolah. tiba-tiba seseorang menghampiri kami.
"hai arra" salam orang itu. orang itu ternyata bisma. seperti kemarin dia datang tiba-tiba. kebiasaan banget !
"siapa ra ?" tanya kiran
"ini bisma" ucapku ketus. kiran dan bisma berkenalan satu sama lain. bisma bahkan tau kalau kiran mempunyai pacar namanya reza. anehnya kiran tidak mengenal bisma. benar benar misterius si bisma ini.
"lo pulang bareng gue ya !" ajak bisma seenaknya.
"iya ra lo bareng dia aja. lagian dia kayaknya baik deh" ucap kiran pelan. karena dipaksa kiran aku terpaksa mau di antar bisma.
@RUMAH :
Akhirnya sampai juga di depan rumahku. aku langsung turun tanpa berpamitan dulu pada bisma. ternyata bisma mengikutiku sampai ke depan pintu rumahku. aku masih belum sadar bisma mengikutiku.
"assalamu'alaiku" aku menggedor pintu rumah.
"wa'alakumsalam" ibuku membuka pintu.
"eh ada bisma. kamu pulan di antar bisma sayang ?" ucap ibuku.
"hah bisma ?" jelas saja aku kaget dan langsung menengok ke belakang. bisma hanya cengengesan dengan wajah tanpa dosanya itu. aku langsung memelototi bisma. bisma hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. oia aku baru sadar mamah kok bisa kenal dengan bisma ? pertanyaan itu langsung saja muncul di otakku.
***BERSAMBUNG***
Kamis, 12 April 2012
A Mysterious Boy part 2
Cerita sebelumnya :
Orang itu beranjak dari motornya dan menghampiriku, aku berjalan mundur dengan sangat hati hati.
"STOPP !" teriakku
orang itu mngernyitkan dahinya.
"lo kenapa ?" tanyanya
"jangan mendekat atau ga gue teriak !" ucapku setengah takut. dia terus mendekat dan sekarang berada di hadapanku.
"..." dia hanya diam dan nampak bingung
"ngapain juga lo mesti teriak ? emang gue mau ngapain lo?" tanyanya polos
"lo..lo penculik kan ?" tanyaku masih dengan perasaan takut
"hahahahahaha ,penculik ? jadi karna itu ? hahaha sumpah gue ga bisa berenti ketawa" tawanya puas
"ap..apa maksud lo ? ini tuh ga lucu tau!" bentakku
"hahaha , ehemmm" dia menghentikan tawanya
"gini deh lo pikir dulu, emang ada yaa penculik pake seragam sekolah dan ganteng kayak gini?" tambahnya sambil menaikkan alisnya yang sedikit tebal. aku berfikir sejenak. benar juga aku baru sadar kalau dia memakai seragam sekolah. dan haah ? di..dia sekolah di sekolah SMA PUTRA BANGSA ? itu kan termasuk sekolah favorite di kotaku. siapa dia ? kenapa dia tau namaku ? aku bahkan tidak punya teman di sana jadi bagaimana dia bisa mengenalku ? semua pertanyaan itu langsung mengeroyokku.
"hey" dia memainkan tangannya di depan mukaku dan membuyarkan lamunanku.
"daripada lo ngelamun mendingan lo kenalan deh sama gue" usulnya.
"..." aku mematung. dia memberikan tangannya
"Bisma, Bisma Karisma" ucapnya singkat. aku hanya diam seolah terhipnotis olehnya. bahkan aku pasrah saja ketika dia mengantarku pulang.
@RUMAH
aku masih saja memikirkannya. Bisma nama itu asing bagiku namun dia seperti telah mengenalku lama. dia bahkan tau nama panjangku. dia siapa ? aku terus memikirkannya sampai tak terasa aku terlelap tidur.
***
Pagi ini aku bangun agak siang, mungkin karna aku terlalu lama memikirkan si bisma bisma itu.
"mah arra berangkat yaa" pamitku
"ga sarapan dulu sayang" ucap ibuku
"udah telat mah, assalamu'alaikum" aku berpamitan dan mencium tangan ibuku. seperti biasa aku berjalan kaki tapi sekarang aku sedikit berlalri karna jam mungil yang melingkar ditanganku sudah menunjukkan pukul 06.50. baru saja sampai didepan kompleks rumah langkahku terhenti, pandanganku tertuju pada seorang laki-laki yang duduk diatas motornya. aku tak mengenalinya, dia memakai helm. sepertinya dia melihat ke arahku, kepalanya tertuju padaku. dia melambaikan tangannya. aku mengernyitkan dahiku. dia hendak menghampiriku dengan motornya namun dengan pelan dan berhenti di sampingku.
"cepet naik" ajaknya masih dengan helm yang terpasang di kepalanya
"naik ?" tanyaku bingung.
"lo siapa ?" tambahku. dia membuka helmnya.
***BERSAMBUNG***
Orang itu beranjak dari motornya dan menghampiriku, aku berjalan mundur dengan sangat hati hati.
"STOPP !" teriakku
orang itu mngernyitkan dahinya.
"lo kenapa ?" tanyanya
"jangan mendekat atau ga gue teriak !" ucapku setengah takut. dia terus mendekat dan sekarang berada di hadapanku.
"..." dia hanya diam dan nampak bingung
"ngapain juga lo mesti teriak ? emang gue mau ngapain lo?" tanyanya polos
"lo..lo penculik kan ?" tanyaku masih dengan perasaan takut
"hahahahahaha ,penculik ? jadi karna itu ? hahaha sumpah gue ga bisa berenti ketawa" tawanya puas
"ap..apa maksud lo ? ini tuh ga lucu tau!" bentakku
"hahaha , ehemmm" dia menghentikan tawanya
"gini deh lo pikir dulu, emang ada yaa penculik pake seragam sekolah dan ganteng kayak gini?" tambahnya sambil menaikkan alisnya yang sedikit tebal. aku berfikir sejenak. benar juga aku baru sadar kalau dia memakai seragam sekolah. dan haah ? di..dia sekolah di sekolah SMA PUTRA BANGSA ? itu kan termasuk sekolah favorite di kotaku. siapa dia ? kenapa dia tau namaku ? aku bahkan tidak punya teman di sana jadi bagaimana dia bisa mengenalku ? semua pertanyaan itu langsung mengeroyokku.
"hey" dia memainkan tangannya di depan mukaku dan membuyarkan lamunanku.
"daripada lo ngelamun mendingan lo kenalan deh sama gue" usulnya.
"..." aku mematung. dia memberikan tangannya
"Bisma, Bisma Karisma" ucapnya singkat. aku hanya diam seolah terhipnotis olehnya. bahkan aku pasrah saja ketika dia mengantarku pulang.
@RUMAH
aku masih saja memikirkannya. Bisma nama itu asing bagiku namun dia seperti telah mengenalku lama. dia bahkan tau nama panjangku. dia siapa ? aku terus memikirkannya sampai tak terasa aku terlelap tidur.
***
Pagi ini aku bangun agak siang, mungkin karna aku terlalu lama memikirkan si bisma bisma itu.
"mah arra berangkat yaa" pamitku
"ga sarapan dulu sayang" ucap ibuku
"udah telat mah, assalamu'alaikum" aku berpamitan dan mencium tangan ibuku. seperti biasa aku berjalan kaki tapi sekarang aku sedikit berlalri karna jam mungil yang melingkar ditanganku sudah menunjukkan pukul 06.50. baru saja sampai didepan kompleks rumah langkahku terhenti, pandanganku tertuju pada seorang laki-laki yang duduk diatas motornya. aku tak mengenalinya, dia memakai helm. sepertinya dia melihat ke arahku, kepalanya tertuju padaku. dia melambaikan tangannya. aku mengernyitkan dahiku. dia hendak menghampiriku dengan motornya namun dengan pelan dan berhenti di sampingku.
"cepet naik" ajaknya masih dengan helm yang terpasang di kepalanya
"naik ?" tanyaku bingung.
"lo siapa ?" tambahku. dia membuka helmnya.
***BERSAMBUNG***
Sabtu, 07 April 2012
A Mysterious Boy part 1
"arraaaaaa" teriak kiran mengagetkanku.
Kiran adalah sahabatku, namanya sih Kirana tapi aku biasa memanggilnya Kiran. kami bersahabat sejak kami SD jadi gak heran kalau kami sangat akrab. oia namaku Tiara Anisa, biasa di panggil Arra.
hari ini seperti biasa aku berangkat sekolah sendiri. aku bersekolah di salah satu sekolah negeri yang ada di bandung. aku berangkat sekolah dengan jalan kaki tapi langkahku terhenti oleh teriakan kiran dengan suara khasnya itu, suara yang melengking. tumben dia ga berangkat sama Reza. yapp reza adalah pacar kiran.
"apa sih lo teriak teriak, gue juga ga budeg kali" ucapku
"hahaa iya iya sorry deh" sesal kiran
"tumben lo ga bareng reza ? biasanya lo lengket banget tuh sampe gue di cuekin" ucapku cemberut
"ecieee jadi ceritanya lo kesepian niih" kiran mencolek daguku
"maybe" jawabku singkat
"yaa lagian siapa suruh lo ga punya cowo" ucap kiran
"gue tuh masih nungguin cowo impian gue" jawabku
"yakin banget sih lo sama apa tadi namanya ? ...."
"cwo impian !" potongku
"hah iya cowo impian" tambah kiran
"gue juga ga tau, tapi hati gue tuh yakin banget tau ga, dan sekarang gue ngerasa kalau cowo impian gue tuh udah ada di deket gue" jelasku
"ah iya deh terserah lo aja" aku dan kiran terus berbincang bincang sampai ke kelas
***
jam pelajaran telah usai, siswa siswi bergegas keluar dari area sekolah ini entah itu langsung pulang atau pun hendak bermain-main dulu tak terkecuali denganku.
"lo mau bareng gue atau mau sama reza ?" tanyaku pada kiran
"kayaknya bareng reza deh sorry yaah, tuh orangnya dateng" jawab kiran. reza menghampiri kami
"jadi kan beib ?" tanya reza
"iya jadi" jawab kiran singkat
"arranya gimana ?" tanya reza kembali
"yaa seperti biasa gue pulang sendiri" ucapku pasrah
"sorry yah ra, yaudah kita duluan ya ra" ucap kiran dan reza dan berlalu
aku pulang dengan berjalan kaki, yaa panas memang tapi jarak rumahku gak jauh jauh amat dari sekolah. itung itung ngirit uang jajan gitu hehe.
"arra" panggil seseorang menghentikan langkahku. seorang laki laki yang duduk di atas motornya. seseorang yang sama sekali tak ku kenal. aku mengernyitkan dahiku.
"lo panggil gue ?" tanyaku sedikit takut
"iya Tiarra Anisa" jawabnya singkat yang meninggalkan banyak pertanyaan di otakku dan rasa ketakutan kalau kalau dia ini orang jahat. orang itu beranjak dari motornya dan menghampiriku, aku berjalan mundur dengan sangat hati hati.
"STOPP !" teriakku
orang itu mngernyitkan dahinya.
"lo kenapa ?" tanyanya
***BERSAMBUNG ***
Kiran adalah sahabatku, namanya sih Kirana tapi aku biasa memanggilnya Kiran. kami bersahabat sejak kami SD jadi gak heran kalau kami sangat akrab. oia namaku Tiara Anisa, biasa di panggil Arra.
hari ini seperti biasa aku berangkat sekolah sendiri. aku bersekolah di salah satu sekolah negeri yang ada di bandung. aku berangkat sekolah dengan jalan kaki tapi langkahku terhenti oleh teriakan kiran dengan suara khasnya itu, suara yang melengking. tumben dia ga berangkat sama Reza. yapp reza adalah pacar kiran.
"apa sih lo teriak teriak, gue juga ga budeg kali" ucapku
"hahaa iya iya sorry deh" sesal kiran
"tumben lo ga bareng reza ? biasanya lo lengket banget tuh sampe gue di cuekin" ucapku cemberut
"ecieee jadi ceritanya lo kesepian niih" kiran mencolek daguku
"maybe" jawabku singkat
"yaa lagian siapa suruh lo ga punya cowo" ucap kiran
"gue tuh masih nungguin cowo impian gue" jawabku
"yakin banget sih lo sama apa tadi namanya ? ...."
"cwo impian !" potongku
"hah iya cowo impian" tambah kiran
"gue juga ga tau, tapi hati gue tuh yakin banget tau ga, dan sekarang gue ngerasa kalau cowo impian gue tuh udah ada di deket gue" jelasku
"ah iya deh terserah lo aja" aku dan kiran terus berbincang bincang sampai ke kelas
***
jam pelajaran telah usai, siswa siswi bergegas keluar dari area sekolah ini entah itu langsung pulang atau pun hendak bermain-main dulu tak terkecuali denganku.
"lo mau bareng gue atau mau sama reza ?" tanyaku pada kiran
"kayaknya bareng reza deh sorry yaah, tuh orangnya dateng" jawab kiran. reza menghampiri kami
"jadi kan beib ?" tanya reza
"iya jadi" jawab kiran singkat
"arranya gimana ?" tanya reza kembali
"yaa seperti biasa gue pulang sendiri" ucapku pasrah
"sorry yah ra, yaudah kita duluan ya ra" ucap kiran dan reza dan berlalu
aku pulang dengan berjalan kaki, yaa panas memang tapi jarak rumahku gak jauh jauh amat dari sekolah. itung itung ngirit uang jajan gitu hehe.
"arra" panggil seseorang menghentikan langkahku. seorang laki laki yang duduk di atas motornya. seseorang yang sama sekali tak ku kenal. aku mengernyitkan dahiku.
"lo panggil gue ?" tanyaku sedikit takut
"iya Tiarra Anisa" jawabnya singkat yang meninggalkan banyak pertanyaan di otakku dan rasa ketakutan kalau kalau dia ini orang jahat. orang itu beranjak dari motornya dan menghampiriku, aku berjalan mundur dengan sangat hati hati.
"STOPP !" teriakku
orang itu mngernyitkan dahinya.
"lo kenapa ?" tanyanya
***BERSAMBUNG ***
Langganan:
Komentar (Atom)