Kamis, 03 Mei 2012

A Mysterious Boy part 7 (last part)

Cerita Sebelumnya : Kepergian bisma entah kemana membuat hari-hariku murung. Hari ini pun aku pulang sekolah dengan berjalan tampak lesu. Sesampainya dirumah aku melihat sesosok perempuan , sebaya dengan ibuku , siapa dia ? Aku bergegas masuk ke rumah dan memberi salam pada perempuan tersebut dan ibuku. “assalamu’alaikum” salamku “wa’alaikumsalam” jawab ibu dan perempuan tersebut “ternyata benar yaa yang diceritakan bisma , arra cantik” ucap perempuan tersebut menyebut nama bisma yang membuatku kaget. “bisma ?” aku mngernyit heran “oia kamu belum kenal yaa sayang , init ante ati ibunya bisma” jelas ibuku. Perempuan itu ternyata ibunya bisma , tapi ngapain dia kesini dan dari mana dia tau rumahku ? “tante mau menyampaikan pesan dari bisma , harusnya pesan init ante sampaikan minggu lalu , tapi kemarin-kemarin tante harus ke luar kota jadi tante bisa menyampaikannya sekarang , maaf yaa” ucap tante ati menyesal “pesan ? iya ga papa tan” ucapku “ini , bisma menitipkan surat ini untuk kamu” jelasnya “surat ? memangnya bisma kemana tan ?” tanyaku heran “bisma ditugaskan dari sekolah untuk jadi murid pertukaran di Jepang tapi setelah kelulusan dia pulang kok” jelasnya. Aku sedih mendengarnya kenapa bisma tidak bilang langsung padaku. Aku bergegas ke kamar dan langsung membaca surat dari bisma. To : Tiarra Anisa Asalamu’alaikum wr.wb Hai ra ! lo kehilangan gue ga ? haha kalau lo udah terima surat ini berarti gue udah berangkat ke Jepang. Sorry gue ga pamit langsung sama lo , kalau gue pamit pasti nanti gue ga mau pergi , gue ga mau ninggalin lo ! oia gue mau jelasin semuanya ke lo. Waktu itu lo pernah tanyakan dari mana gue tau semua tentang lo ? nah sekarang gue mau jelasin semuanya. Lo inget ga waktu kelas satu ? waktu lo ikutan lomba nulis cerpen ? nah gue ada disana. Pandangan gue langsung tertuju ke lo , murid SMA NEGERI 3 KARANG TARUNA. Gue pikir lo ga bakal menang , ga mungkin sekolah lo punya murid kreatif dan lagi pesaingnya kelas kakap. Tapi gue salah ternyata lo bisa menang dengan usaha lo , walaupun ga dapat juara 1. Gue masih belum yakin , gue anggap itu keberuntungan lo. Akhirnya gue coba baca cerpen lo dan lo tau ? cerpen lo bisa ngerubah pikiran gue , gue terpaku saat gue baca cerpen lo. Cerpen tentang seorang gadis yang selalu salah dimata orang tuanya , gadis yang ingin membuktikan kalau dia bisa ! gue tertarik sama lo dan gue nyelidikin tentang lo , gue cari tau semua tentang lo dan semua itu bikin gue sadar dan gue jatuh cinta sama lo. Lo tau ga sebelum gue ketemu lo gue hanyalah anak yang selalu salah dimata siapa pun , bahkan dimata orang tua gue. Gue selalu dianggap angin oleh mereka. Tapi berkat lo gue bisa seperti sekarang dan bisa ngebuktiin ke semua orang kalau gue bisa ! makasih arra J oia nanti setelah kelulusan gue pulang. Gue harap saat itu lo udah yakin dan mau nemuin gue di danau dekat komplek rumah lo jam 7. Tak terasa air mataku menetes setelah membaca surat dari bisma tersebut. *2 TAHUN KEMUDIAN* Dua tahun telah berlalu , dan hari ini hari yang aku tunggu. Selain hari ini hari kelulusanku, hari ini juga hari kepulangan bisma yeee ! Rasanya campur aduk , senang dan cemas. Setelah selesai pembagian kelulusan dan hasilnya sangat memuaskan , aku LULUS dengan nilai yang baik bahkan sangat baik aku langsung pulang dan merebahkan tubuhku di kasur , hari yang sangat melelahkan. Jam dinding di kamarku menujukkan pukul 06.45 aku bergegas menuju danau seperti yang diperintahkan bisma , aku tidak mau terlambat. Aku duduk di kursi dekat danau aku menunggu bisma. 1 jam berlalu tapi bisma masih belum juga datang. Aku mulai khawatir, hujan pun mulai turun membasahi tubhku , aku masih menunggu bisma dengan basah kuyup. Setelah agak lama aku memutuskan untuk pulang karna hari sudah semakin larut , aku berjalan pulang dengan tertunduk lesu. Langkahku terhenti , aku melihat kaki seseorang didepan kakiku dan hujan tidak lagi membasahiku , aneh ! tapi suara gemerciknya masih ku dengar. Aku mendongak , kulihat seseorang memayungiku , bisma ! iya itu bisma ! bisma menghapus air mataku yang sekarang sudah bercampur dengan air hujan. “sorry gue telat L” ucapnya menyesal “gue kira lo ga bakal kesini karna hujan jadi gue kerumah lo aja” tambahnya “gue kira lo ga bakal datang” ucapku dengan sedikit menangis dan tertunduk. Bisma memegang pundakku dan mengarahkan pandanganku ke arahnya , sekarang kami saling bertatapan. “ga mungkin gue pasti datang , oia sekarang gimana ? apa lo udah bisa terima gue ?” tanyanya cemas. Aku mengangguk dan langsung memeluknya. *SELESAI*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar