Cerita Sebelumnya :
Dia hendak menghampiriku dengan motornya namun dengan pelan dan berhenti di sampingku.
"cepet naik" ajaknya masih dengan helm yang terpasang di kepalanya
"naik ?" tanyaku bingung.
"lo siapa ?" tambahku. dia membuka helmnya.
"neng yang namanya arra kan ?" ucapnya
"iya , siapa yaa ?" tanyaku heran
"saya tukang ojek neng" jawabnya yang ternyata adalah tukang ojek #GUBRAKK :p
"ojek ?" tanyaku semakin bingung
"iya neng , tadi saya dadah dadah gitu ke neng eh nengnya malah diem aja , saya tadi di suruh pacar neng buat nganterin neng k sekolah" jelasnya
"pacar ?" tanyaku yang semakin dibuat bingung
"iya , pacar neng ! yaudah cepet naik nanti terlambat loh , nanti saya kasih tau di jalan aja" usulnya
aku lantas naik ke motor tukang ojek itu. di jalan dia menjelaskan siapa yang dia maksud pacar itu.
"tadi itu pacar neng nungguin neng dari pagi , katanya sih dia mau jemput pacarnya. namanya arra , nah nama neng arra kan ? tapi neng nya ga nongol nongol. awalnya sih dia mau nungguin neng sampe nongol tapi abis nerima telpon dia langsung pergi gitu aja. abang tanya mau kemana dia jawab mau ke sekolah bang ! nanti kalau ada cewek yang namanya arra abang tolong anterin dia ke sekolahnya ya ! ini ongkosnya ! soalnya saya di suruh buru-buru ke sekolah lagian saya juga sudah telat nih. makasih sebelumnya bang. terus dia langsung pergi gitu aja." jelas tukang ojek itu panjang lebar. aku hanya diam berfikir siapa orang yang mengaku jadi pacarku itu.
"neng udah sampe !" ucap tukang ojek membuyarkan lamunanku
"eh em iya bang makasih , oia bang nama orang yang ngaku pacar saya itu siapa ya ?" tanyaku penasaran
"bis..bis apa gitu ? oia bisma kalau ga salah mah neng ! yaudah masuk sana gerbangnya udah mau ditutup" jawab tukang ojek itu kemudian berlalu. aku berjalan masuk ke sekolah dengan perasaan campur aduk. senang , iya ! karna aku tidak jadi dihukum karena kesiangan. bingung apalagi , siapa yang tidak bingung ? orang yang menyelematkanku dari hukuman kesiangan adalah orang asing yang baru ku kenal kemarin. lebih parahnya dia ngaku jadi pacarku.
"BISMA !! argghhhhhhhhhhhhh lo itu siapa sih ?" teriakku tak sadar membuat teman-temanku heran. yaap ternyata aku sudah sampai di depan kelasku. aku langsung bergegas ke tempat dudukku karena malu.
***
Waktunya pulaaang !! itulah kata yang tepat untuk dikatakan sekarang karena jam pelajaran telah usai. aku dan kiran asik mengobrol sambil berjalan menuju gerbang sekolah. kami mengobrol soal kejadian tadi waktu aku tiba-tiba berteriak tanpa sebab. memang tadi aku sempat menceritakan soal bisma kepada kiran. dari mulai kemarin bisma yang tiba-tiba datang sampai kejadian saat aku berangkat sekolah. aku dan kiran sampai di gerbang sekolah. tiba-tiba seseorang menghampiri kami.
"hai arra" salam orang itu. orang itu ternyata bisma. seperti kemarin dia datang tiba-tiba. kebiasaan banget !
"siapa ra ?" tanya kiran
"ini bisma" ucapku ketus. kiran dan bisma berkenalan satu sama lain. bisma bahkan tau kalau kiran mempunyai pacar namanya reza. anehnya kiran tidak mengenal bisma. benar benar misterius si bisma ini.
"lo pulang bareng gue ya !" ajak bisma seenaknya.
"iya ra lo bareng dia aja. lagian dia kayaknya baik deh" ucap kiran pelan. karena dipaksa kiran aku terpaksa mau di antar bisma.
@RUMAH :
Akhirnya sampai juga di depan rumahku. aku langsung turun tanpa berpamitan dulu pada bisma. ternyata bisma mengikutiku sampai ke depan pintu rumahku. aku masih belum sadar bisma mengikutiku.
"assalamu'alaiku" aku menggedor pintu rumah.
"wa'alakumsalam" ibuku membuka pintu.
"eh ada bisma. kamu pulan di antar bisma sayang ?" ucap ibuku.
"hah bisma ?" jelas saja aku kaget dan langsung menengok ke belakang. bisma hanya cengengesan dengan wajah tanpa dosanya itu. aku langsung memelototi bisma. bisma hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. oia aku baru sadar mamah kok bisa kenal dengan bisma ? pertanyaan itu langsung saja muncul di otakku.
***BERSAMBUNG***
Sabtu, 14 April 2012
Kamis, 12 April 2012
A Mysterious Boy part 2
Cerita sebelumnya :
Orang itu beranjak dari motornya dan menghampiriku, aku berjalan mundur dengan sangat hati hati.
"STOPP !" teriakku
orang itu mngernyitkan dahinya.
"lo kenapa ?" tanyanya
"jangan mendekat atau ga gue teriak !" ucapku setengah takut. dia terus mendekat dan sekarang berada di hadapanku.
"..." dia hanya diam dan nampak bingung
"ngapain juga lo mesti teriak ? emang gue mau ngapain lo?" tanyanya polos
"lo..lo penculik kan ?" tanyaku masih dengan perasaan takut
"hahahahahaha ,penculik ? jadi karna itu ? hahaha sumpah gue ga bisa berenti ketawa" tawanya puas
"ap..apa maksud lo ? ini tuh ga lucu tau!" bentakku
"hahaha , ehemmm" dia menghentikan tawanya
"gini deh lo pikir dulu, emang ada yaa penculik pake seragam sekolah dan ganteng kayak gini?" tambahnya sambil menaikkan alisnya yang sedikit tebal. aku berfikir sejenak. benar juga aku baru sadar kalau dia memakai seragam sekolah. dan haah ? di..dia sekolah di sekolah SMA PUTRA BANGSA ? itu kan termasuk sekolah favorite di kotaku. siapa dia ? kenapa dia tau namaku ? aku bahkan tidak punya teman di sana jadi bagaimana dia bisa mengenalku ? semua pertanyaan itu langsung mengeroyokku.
"hey" dia memainkan tangannya di depan mukaku dan membuyarkan lamunanku.
"daripada lo ngelamun mendingan lo kenalan deh sama gue" usulnya.
"..." aku mematung. dia memberikan tangannya
"Bisma, Bisma Karisma" ucapnya singkat. aku hanya diam seolah terhipnotis olehnya. bahkan aku pasrah saja ketika dia mengantarku pulang.
@RUMAH
aku masih saja memikirkannya. Bisma nama itu asing bagiku namun dia seperti telah mengenalku lama. dia bahkan tau nama panjangku. dia siapa ? aku terus memikirkannya sampai tak terasa aku terlelap tidur.
***
Pagi ini aku bangun agak siang, mungkin karna aku terlalu lama memikirkan si bisma bisma itu.
"mah arra berangkat yaa" pamitku
"ga sarapan dulu sayang" ucap ibuku
"udah telat mah, assalamu'alaikum" aku berpamitan dan mencium tangan ibuku. seperti biasa aku berjalan kaki tapi sekarang aku sedikit berlalri karna jam mungil yang melingkar ditanganku sudah menunjukkan pukul 06.50. baru saja sampai didepan kompleks rumah langkahku terhenti, pandanganku tertuju pada seorang laki-laki yang duduk diatas motornya. aku tak mengenalinya, dia memakai helm. sepertinya dia melihat ke arahku, kepalanya tertuju padaku. dia melambaikan tangannya. aku mengernyitkan dahiku. dia hendak menghampiriku dengan motornya namun dengan pelan dan berhenti di sampingku.
"cepet naik" ajaknya masih dengan helm yang terpasang di kepalanya
"naik ?" tanyaku bingung.
"lo siapa ?" tambahku. dia membuka helmnya.
***BERSAMBUNG***
Orang itu beranjak dari motornya dan menghampiriku, aku berjalan mundur dengan sangat hati hati.
"STOPP !" teriakku
orang itu mngernyitkan dahinya.
"lo kenapa ?" tanyanya
"jangan mendekat atau ga gue teriak !" ucapku setengah takut. dia terus mendekat dan sekarang berada di hadapanku.
"..." dia hanya diam dan nampak bingung
"ngapain juga lo mesti teriak ? emang gue mau ngapain lo?" tanyanya polos
"lo..lo penculik kan ?" tanyaku masih dengan perasaan takut
"hahahahahaha ,penculik ? jadi karna itu ? hahaha sumpah gue ga bisa berenti ketawa" tawanya puas
"ap..apa maksud lo ? ini tuh ga lucu tau!" bentakku
"hahaha , ehemmm" dia menghentikan tawanya
"gini deh lo pikir dulu, emang ada yaa penculik pake seragam sekolah dan ganteng kayak gini?" tambahnya sambil menaikkan alisnya yang sedikit tebal. aku berfikir sejenak. benar juga aku baru sadar kalau dia memakai seragam sekolah. dan haah ? di..dia sekolah di sekolah SMA PUTRA BANGSA ? itu kan termasuk sekolah favorite di kotaku. siapa dia ? kenapa dia tau namaku ? aku bahkan tidak punya teman di sana jadi bagaimana dia bisa mengenalku ? semua pertanyaan itu langsung mengeroyokku.
"hey" dia memainkan tangannya di depan mukaku dan membuyarkan lamunanku.
"daripada lo ngelamun mendingan lo kenalan deh sama gue" usulnya.
"..." aku mematung. dia memberikan tangannya
"Bisma, Bisma Karisma" ucapnya singkat. aku hanya diam seolah terhipnotis olehnya. bahkan aku pasrah saja ketika dia mengantarku pulang.
@RUMAH
aku masih saja memikirkannya. Bisma nama itu asing bagiku namun dia seperti telah mengenalku lama. dia bahkan tau nama panjangku. dia siapa ? aku terus memikirkannya sampai tak terasa aku terlelap tidur.
***
Pagi ini aku bangun agak siang, mungkin karna aku terlalu lama memikirkan si bisma bisma itu.
"mah arra berangkat yaa" pamitku
"ga sarapan dulu sayang" ucap ibuku
"udah telat mah, assalamu'alaikum" aku berpamitan dan mencium tangan ibuku. seperti biasa aku berjalan kaki tapi sekarang aku sedikit berlalri karna jam mungil yang melingkar ditanganku sudah menunjukkan pukul 06.50. baru saja sampai didepan kompleks rumah langkahku terhenti, pandanganku tertuju pada seorang laki-laki yang duduk diatas motornya. aku tak mengenalinya, dia memakai helm. sepertinya dia melihat ke arahku, kepalanya tertuju padaku. dia melambaikan tangannya. aku mengernyitkan dahiku. dia hendak menghampiriku dengan motornya namun dengan pelan dan berhenti di sampingku.
"cepet naik" ajaknya masih dengan helm yang terpasang di kepalanya
"naik ?" tanyaku bingung.
"lo siapa ?" tambahku. dia membuka helmnya.
***BERSAMBUNG***
Sabtu, 07 April 2012
A Mysterious Boy part 1
"arraaaaaa" teriak kiran mengagetkanku.
Kiran adalah sahabatku, namanya sih Kirana tapi aku biasa memanggilnya Kiran. kami bersahabat sejak kami SD jadi gak heran kalau kami sangat akrab. oia namaku Tiara Anisa, biasa di panggil Arra.
hari ini seperti biasa aku berangkat sekolah sendiri. aku bersekolah di salah satu sekolah negeri yang ada di bandung. aku berangkat sekolah dengan jalan kaki tapi langkahku terhenti oleh teriakan kiran dengan suara khasnya itu, suara yang melengking. tumben dia ga berangkat sama Reza. yapp reza adalah pacar kiran.
"apa sih lo teriak teriak, gue juga ga budeg kali" ucapku
"hahaa iya iya sorry deh" sesal kiran
"tumben lo ga bareng reza ? biasanya lo lengket banget tuh sampe gue di cuekin" ucapku cemberut
"ecieee jadi ceritanya lo kesepian niih" kiran mencolek daguku
"maybe" jawabku singkat
"yaa lagian siapa suruh lo ga punya cowo" ucap kiran
"gue tuh masih nungguin cowo impian gue" jawabku
"yakin banget sih lo sama apa tadi namanya ? ...."
"cwo impian !" potongku
"hah iya cowo impian" tambah kiran
"gue juga ga tau, tapi hati gue tuh yakin banget tau ga, dan sekarang gue ngerasa kalau cowo impian gue tuh udah ada di deket gue" jelasku
"ah iya deh terserah lo aja" aku dan kiran terus berbincang bincang sampai ke kelas
***
jam pelajaran telah usai, siswa siswi bergegas keluar dari area sekolah ini entah itu langsung pulang atau pun hendak bermain-main dulu tak terkecuali denganku.
"lo mau bareng gue atau mau sama reza ?" tanyaku pada kiran
"kayaknya bareng reza deh sorry yaah, tuh orangnya dateng" jawab kiran. reza menghampiri kami
"jadi kan beib ?" tanya reza
"iya jadi" jawab kiran singkat
"arranya gimana ?" tanya reza kembali
"yaa seperti biasa gue pulang sendiri" ucapku pasrah
"sorry yah ra, yaudah kita duluan ya ra" ucap kiran dan reza dan berlalu
aku pulang dengan berjalan kaki, yaa panas memang tapi jarak rumahku gak jauh jauh amat dari sekolah. itung itung ngirit uang jajan gitu hehe.
"arra" panggil seseorang menghentikan langkahku. seorang laki laki yang duduk di atas motornya. seseorang yang sama sekali tak ku kenal. aku mengernyitkan dahiku.
"lo panggil gue ?" tanyaku sedikit takut
"iya Tiarra Anisa" jawabnya singkat yang meninggalkan banyak pertanyaan di otakku dan rasa ketakutan kalau kalau dia ini orang jahat. orang itu beranjak dari motornya dan menghampiriku, aku berjalan mundur dengan sangat hati hati.
"STOPP !" teriakku
orang itu mngernyitkan dahinya.
"lo kenapa ?" tanyanya
***BERSAMBUNG ***
Kiran adalah sahabatku, namanya sih Kirana tapi aku biasa memanggilnya Kiran. kami bersahabat sejak kami SD jadi gak heran kalau kami sangat akrab. oia namaku Tiara Anisa, biasa di panggil Arra.
hari ini seperti biasa aku berangkat sekolah sendiri. aku bersekolah di salah satu sekolah negeri yang ada di bandung. aku berangkat sekolah dengan jalan kaki tapi langkahku terhenti oleh teriakan kiran dengan suara khasnya itu, suara yang melengking. tumben dia ga berangkat sama Reza. yapp reza adalah pacar kiran.
"apa sih lo teriak teriak, gue juga ga budeg kali" ucapku
"hahaa iya iya sorry deh" sesal kiran
"tumben lo ga bareng reza ? biasanya lo lengket banget tuh sampe gue di cuekin" ucapku cemberut
"ecieee jadi ceritanya lo kesepian niih" kiran mencolek daguku
"maybe" jawabku singkat
"yaa lagian siapa suruh lo ga punya cowo" ucap kiran
"gue tuh masih nungguin cowo impian gue" jawabku
"yakin banget sih lo sama apa tadi namanya ? ...."
"cwo impian !" potongku
"hah iya cowo impian" tambah kiran
"gue juga ga tau, tapi hati gue tuh yakin banget tau ga, dan sekarang gue ngerasa kalau cowo impian gue tuh udah ada di deket gue" jelasku
"ah iya deh terserah lo aja" aku dan kiran terus berbincang bincang sampai ke kelas
***
jam pelajaran telah usai, siswa siswi bergegas keluar dari area sekolah ini entah itu langsung pulang atau pun hendak bermain-main dulu tak terkecuali denganku.
"lo mau bareng gue atau mau sama reza ?" tanyaku pada kiran
"kayaknya bareng reza deh sorry yaah, tuh orangnya dateng" jawab kiran. reza menghampiri kami
"jadi kan beib ?" tanya reza
"iya jadi" jawab kiran singkat
"arranya gimana ?" tanya reza kembali
"yaa seperti biasa gue pulang sendiri" ucapku pasrah
"sorry yah ra, yaudah kita duluan ya ra" ucap kiran dan reza dan berlalu
aku pulang dengan berjalan kaki, yaa panas memang tapi jarak rumahku gak jauh jauh amat dari sekolah. itung itung ngirit uang jajan gitu hehe.
"arra" panggil seseorang menghentikan langkahku. seorang laki laki yang duduk di atas motornya. seseorang yang sama sekali tak ku kenal. aku mengernyitkan dahiku.
"lo panggil gue ?" tanyaku sedikit takut
"iya Tiarra Anisa" jawabnya singkat yang meninggalkan banyak pertanyaan di otakku dan rasa ketakutan kalau kalau dia ini orang jahat. orang itu beranjak dari motornya dan menghampiriku, aku berjalan mundur dengan sangat hati hati.
"STOPP !" teriakku
orang itu mngernyitkan dahinya.
"lo kenapa ?" tanyanya
***BERSAMBUNG ***
Langganan:
Komentar (Atom)